Hollyland Pyro 7: Panduan Lengkap TX, RX, dan Monitor sekaligus
Hollyland Pyro 7:
Monitor, TX, dan RX
dalam Satu Unit 7 Inci
Bukan sekadar monitor lapangan — Pyro 7 adalah wireless video system lengkap yang menghilangkan kebutuhan akan perangkat terpisah untuk transmisi, penerimaan, dan monitoring. Satu unit, tiga fungsi, jangkauan 400 meter.
Di set film atau shooting produksi, kabel video yang berseliweran dari kamera ke monitor adalah masalah nyata: membatasi pergerakan kamera, menyebabkan bahaya tersandung, memperlambat perpindahan setup, dan menambah berat rig yang sudah berat. Hollyland Pyro 7 menghapus masalah itu sepenuhnya — dengan mengintegrasikan transmitter, receiver, dan layar monitor 7 inci ke dalam satu perangkat yang ringan, dengan latency hanya 60ms dan jangkauan hingga 400 meter.
Memahami Konsepnya: Bukan Monitor Biasa
Pyro 7 termasuk kategori perangkat yang disebut "Wireless Transceiving Monitor" — sebuah kategori baru yang lahir dari kebutuhan produksi modern. Memahami apa yang berbeda dari monitor biasa adalah kunci untuk memahami nilainya.
ADH Technology: Kenapa Ini Berbeda dari Wireless Biasa
Masalah terbesar wireless video di lapangan bukan jangkauan — tapi interferensi. Di lokasi shooting yang ramai dengan banyak perangkat wireless (walkie-talkie, wireless mikrofon, WiFi router venue), sinyal video bisa tiba-tiba drop atau terputus. Hollyland menyelesaikan ini dengan ADH — Auto Dual-Band Hopping.
Dua Mode Transmisi: Prioritas Latency vs Kualitas
Pyro 7 memberikan pilihan yang jelas tergantung kebutuhan produksi saat itu.
Port Layout: HDMI + SDI di TX dan RX
Pyro 7 mendukung kedua standar video profesional — HDMI dan SDI — di mode transmitter maupun receiver. Ini yang membedakannya dari kompetitor yang sering hanya mendukung HDMI.
HDMI Loopout dan SDI Loopout memungkinkan sinyal yang masuk ke Pyro 7 (sebagai TX) diteruskan ke perangkat lain secara bersamaan — misalnya, satu output ke Pyro 7 untuk monitoring wireless, satu output lagi ke recorder seperti Atomos Ninja, tanpa memerlukan splitter terpisah. Kualitas sinyal loopout identik dengan input asli, tidak ada degradasi.
1 TX ke 4 RX: Broadcast Mode untuk Multi-Monitor Set
Ini adalah fitur yang paling sering menjadi alasan produksi memilih Pyro 7 dibanding sistem wireless lainnya: satu transmitter bisa mengirim ke empat receiver sekaligus dalam Broadcast Mode.
Director
1st AC
Client
Script
HollyOS: Sistem Monitoring yang Lebih dari Sekadar Menampilkan Gambar
Pyro 7 menjalankan HollyOS — sistem operasi touchscreen yang memberikan akses ke semua alat analisis gambar profesional langsung di layar. Ini mengubah Pyro 7 dari "monitor wireless" menjadi "monitoring station lengkap".
Recording ke SD Card: Backup Monitor yang Bisa Langsung Diedit
Slot SD card di Pyro 7 bukan sekadar untuk firmware — ini adalah fitur recording yang berguna untuk berbagai workflow produksi.
Dual Camera Monitoring via Shortcut Keys
Ketika beberapa Pyro 7 sudah di-group dalam satu sistem, operator bisa beralih antara tampilan dua kamera dalam waktu kurang dari 1 detik menggunakan tombol shortcut F1 dan F2 yang bisa dikustomisasi di bagian atas unit.
Ini bukan hanya beralih antar input — ini adalah beralih antara feed dari dua unit TX yang berbeda (dua kamera berbeda), langsung di satu monitor. Seorang sutradara di DIT cart atau director's chair bisa memantau kamera A dan kamera B bergantian tanpa membutuhkan dua monitor terpisah.
Pyro 7 mendukung live streaming langsung ke platform seperti YouTube Live, Twitch, TikTok Live, dan Zoom melalui HollyView App menggunakan koneksi 4G LTE modem yang terhubung. Ini memungkinkan klien atau produser yang tidak hadir di lokasi untuk menyaksikan footage secara live dari mana saja — sebuah solusi client monitoring yang sangat berguna untuk commercial production atau event coverage.
Build Quality: Aerospace-Grade Magnesium-Aluminum Alloy
Pyro 7 menggunakan material yang tidak biasa untuk kategorinya: paduan magnesium-aluminium kelas aerospace — material yang 30% lebih ringan dari aluminium biasa sambil mempertahankan rigiditas tinggi. Ini menghasilkan unit yang terasa kokoh di tangan tapi tidak memberikan beban berlebih pada rig kamera.
Material magnesium juga berperan sebagai passive heatsink untuk panas yang dihasilkan oleh transmisi wireless dan layar 1500 nits — sebuah desain thermal yang cerdas. Fan aktif dengan mode Auto dan Low juga tersedia, dengan Low mode yang lebih senyap untuk adegan yang sound-sensitive.
Use Case Real: Kenapa Production Butuh Alat Ini
Ini yang paling penting untuk dipahami — di situasi produksi apa Pyro 7 memberikan nilai yang tidak bisa digantikan setup lain.
Ekosistem Pyro Series: Kompatibilitas Lintas Unit
Nilai Pyro 7 meningkat berlipat saat digunakan dalam ekosistem Pyro Series. Ketiga produk — Pyro 7, Pyro S, dan Pyro H — sepenuhnya kompatibel satu sama lain.
| Fitur | Pyro 7 | Pyro S | Pyro H |
|---|---|---|---|
| Display | |||
| Built-in Monitor | ✓ 7" 1500nit | — | — |
| Screen Size | 7 inci IPS | — | — |
| Connectivity | |||
| HDMI Input | ✓ 4K30 | ✓ 4K30 | ✓ 4K30 |
| SDI Input | ✓ 1080p | ✓ 1080p | — |
| SDI Output | ✓ | ✓ | — |
| HDMI Output | ✓ | ✓ | ✓ |
| HDMI Loopout | ✓ | ✓ | ✓ |
| SDI Loopout | ✓ | ✓ | — |
| Transmission | |||
| Range LOS | 400m / 200m broadcast | 400m | 400m |
| Latency | 60ms | 50ms | 60ms |
| 1TX → 4RX | ✓ | ✓ | ✓ |
| HollyOS Tools | |||
| Waveform / Vectorscope | ✓ | — | — |
| Focus Assist | ✓ | — | — |
| SD Card Recording | ✓ 40 menit | — | — |
| RTMP Streaming | ✓ | ✓ | ✓ |
Spesifikasi Teknis Lengkap
| Ukuran Layar | 7 inci IPS LCD Touchscreen |
| Resolusi | 1920 × 1200 (16:10 aspect ratio) |
| Pixel Density | 323 PPI |
| Brightness | 1500 nits (update Jan 2025+) |
| Contrast Ratio | 1000:1 |
| Aspect Ratio Layar | 16:10 (area video aktif 16:9, status bar di luar video area) |
| Teknologi | Auto Dual-Band Hopping (ADH) + Auto Frequency Hopping |
| Frekuensi | 2.4 GHz (2.412–2.484 GHz) + 5 GHz (5.1–5.8 GHz) |
| Jangkauan LOS | 1300ft / 400m (non-broadcast) · 650ft / 200m (broadcast mode) |
| Latency Minimum | 60ms (Smooth Mode, interference-free, 1080p60) |
| Smooth Mode | Bitrate dinamis, latency minimum |
| HD Mode | Bitrate stabil 8–12 Mbps, kualitas optimal |
| Broadcast Mode | 1 TX ke maksimal 4 RX simultan |
| Video Format TX | HDMI: 4K30/25/24, 1080p60/50/30 · SDI: 1080p60/50/30/25/24 |
| Video Format RX Output | HDMI & SDI: 1080p60/50/30/25/24 |
| Input | 1× HDMI (4K30) · 1× SDI (1080p) |
| Loopout | 1× HDMI Loopout · 1× SDI Loopout |
| USB-C | 1× (firmware update · data transfer) |
| Audio | 1× 3.5mm headphone output |
| SD Card | Standard SD card (recording · LUT import · screenshot) |
| Output | 1× HDMI (1080p) · 1× SDI (1080p) |
| Loopout | 1× SDI Loopout |
| Audio | 1× 3.5mm headphone output |
| Power Options | Dual NP-F L-Series battery (hot-swap) · DC Locking input (12V) |
| V-Mount / Gold Mount | Tersedia sebagai aksesori opsional (replaceable battery plate) |
| Antena | 2× SMA External Omnidirectional (2.4 + 5 GHz) |
| Material | Aerospace-grade magnesium-aluminum alloy (30% lebih ringan dari aluminium) |
| Berat | ~545g / 19.2 oz (tanpa baterai dan antena) |
| Dimensi | 180 × 127 × 31.8mm (tidak termasuk battery plate dan antena) |
| Mounting | 1/4"-20 thread di kiri dan kanan |
| Cooling | Built-in fan (mode Auto dan Low) |
| Boot time | ~14 detik |
| OS | HollyOS (touchscreen) |
| Kompatibilitas | Pyro S · Pyro H · Hollyland Wireless Tally System |
HDMI input maksimal 4K30fps — tidak mendukung 4K60fps. Untuk kamera yang shooting 4K60, output HDMI perlu di-set ke 1080p60 atau gunakan SDI input. Jangkauan 400m adalah Line-of-Sight — halangan seperti dinding, pohon, atau obstacle lain akan mengurangi jangkauan secara signifikan. Di Broadcast Mode (1TX → 4RX), jangkauan berkurang menjadi 200m LOS.
Satu Unit yang Menggantikan Tiga —
Standar Baru Wireless Monitoring
Pyro 7 bukan hanya lebih praktis dari setup terpisah — ia memberikan tools monitoring profesional (waveform, vectorscope, focus assist, recording) yang sebelumnya hanya ada di monitor standalone mahal, dalam paket wireless yang bisa berpindah lokasi dalam hitungan menit.